Terjadi Kelainan pada Mata Yuk Ketahui Sindrom Horner!

Pernahkah anda menemui seseorang yang memiliki bentuk mata yang tidak seimbang di sekitar anda? Sebenarnya apa yang terjadi pada orang tersebut? Dan apa yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi?

Pengertian

Sindrom horner merupakan sindrom langka yang merupakan sekumpulan gejala-gejala dan tanda-tanda yang disebabkan terjadinya kerusakan pada jalur jaringan saraf dari otak kebagian wajah. Terjadinya kerusakan tersebut berakibat pada kelainan adalah satu mata (kanan atau kiri).

Sindrom tersebut dapat menyerang seseorang yang mengalami penyakit, seperti: stroke, cedera saraf tulang belakang, atau tumor.  Penanganan yang dilakukan pada seseorang yang mengalami sindrom tersebut dengan mengobati penyakit yang dialami. Pengobatan tersebut dilakukan untuk memulihkan fungsi jaringan saraf agar normal kembali. Sindrom tersebut dapat menyerang seseorang dalam segala usia, dari anak-anak sampai lansia. 

Gejala

Sindrom horner seringkali hanya memengaruhi sebagian sisi wajah saja. Berikut ini gejala yang menandai terjadinya sindrom tersebut:

  1. Ukuran pupil mata tidak seimbang. Salah satu pupil mata memiliki ukuran yang lebih kecil daripada mata lainnya. Kondisi ini disebut dengan anisokor.
  2. Seseorang akan mengalami kesulitan penglihatan
  3. Posisi kelopak mata atas lebih turun pada mata yang mengalami sakit
  4. Letak kelopak mata bawah lebih terangkat (upside down ptosis)
  5. Terjadi kekurangan keringat pada sebagian wajah (anhidrosis)
  6. Iris mata pada salah satu bagian tampak lebih terang
  7. Timbul warna kemerahan pada sebagaian wajah
  8. Pupil mengalami keterlambatan melebar (dilatasi) saat dalam kondisi cahaya yang rendah
  9. Mata tampak sayu dan timbul warna kemerahan (bloodshot eye)
  10. Pada anak yang berumur di bawah satu tahun warna iris mata lebih pucat
  11. Pada anak-anak justru tidak timbul warna kemerahan (flushing) saat terpapar terik matahari, atau ketika latihan fisik, serta reaksi emosional

Penyebab

Sindrom horner disebabkan oleh terjadinya kerusakan pada beberapa jalur sistem saraf simpatik yang terletak di antara otak sampai wajah. Sistem saraf tersebut memiliki peran sebagai pengatur denyut jantung, besar kecil ukuran pupil, keluarnya keringat, tekanan darah, dan fungsi lainnya yang membuat tubuh mampu merespon terjadinya perubahan lingkungan dengan sangat cepat. 

Dilansir dari alodokter.com, sel saraf dalam tubuh terbagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Neuron tingkat petama yang terdapat pada bagian hipotalamus, batang otak, dan saraf tulang belakang bagian atas. Penyebab terjadinya sindrom tersebut yang seringkali terjadi yaitu stroke, tumor, hilangnya myelin(selubung pelindung sel saraf), cedera leher, kista atau ronga yang terdapat pada tulang belakang (spinal column).
  2. Neuron tingkat kedua yang terletak di tulang belakang, dada atas, dan leher samping. Penyebab kerusakan pada bagian tersebut yaitu kerusakan paru-paru, tumor di lapisan myelin, kerusakan pada pembuluhdarah (aorta), rongga dada yang terbedah, dan cedera traumatik.
  3. Neuron tingkat ketiga yang terletak di leher samping menuju kulit wajah dan otot kelopak mata dan iris. Terjadinya kerusakan pada bagian tersebut berkaitan dengan terjadinya kerusakan pada arteri dan pembuluh darah sepanjang leher, tumor, infeksi yang terjadi pada dasar tengkorak, migrain, dan cluster headache.

Jika terjadi pada anak-anak penyebab umumnya yaitu cedera leher ketika dilahirkan, kelainan aorta, adanya tumor pada sistem saraf dan hormon.

Itulah penjelasan mengenai pengertian dan penyebab umum terjadinya sindrom horner. Jika anda memerlukan infromasi lebih mengenai sindrom tersebut, anda dapat menelusurinya di berbagai situs kesehatan online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *