Persebaya Tidak Pernah Meremehkan Persidago di Babak 16 Besar Piala Indonesia

Persebaya Surabaya bertemu Persidago Gorontalo di 16 terakhir Piala Indonesia. Ijo Bajul pantang meremehkan lawan.

Dalam 32 tahun terakhir Piala Indonesia, Persebaya Persinga Ngawi telah melepaskannya. Dalam pertandingan Stadion Bung Tomo, Sabtu (16/02/2019) tim Djajang Nurjaman menang dengan hasil yang luar biasa 8: 0.

Persidago sedang menunggu babak final final. Lawan tidak sewenang-wenang. Di babak kedelapan Persipura Jayapura dilepaskan.

Dalam hal ini, Djajang menunjukkan bahwa Persebaya tidak akan meremehkan tim-tim dari liga ketiga dari liga Indonesia.

“Menunggu tetap sama, kita tidak akan meremehkan lawan, karena akan menjadi bumerang,” kata Djajang Nurdjaman, Sabtu (16/2/2019) kepada media di Stadion Bung Tomo.

“Gorontalo telah menunjukkan bahwa mereka tidak dapat dianggap mata,” kata Djajang.

Bahkan kurangnya waktu untuk pemain Persebaya sangat disayangkan oleh Djajang. Karena mereka akan bepergian pada Selasa (19/2).

“Besok kita berangkat hari Senin, kita berkendara ke Gorontalo, lusa kita menyetir,” kata Djajang.

Selain itu, Persebaya tidak akan diperkuat di kemudian hari dalam pertarungan melawan Pesidago Gorontalo oleh dua pemain kunci, salah satunya adalah Irfan Jaya. Striker tim nasional telah meminta izin untuk menemani kelahiran istrinya.

“Jika Tuhan menghendaki, masa depan bayi saya akan lahir pada hari Senin (18.2). Jadi besok pagi saya akan meninggalkan pelatih,” kata Irfan Jaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *